Inul Daratista dapat Surat Terbuka, Karena 'Hina' Orang Gorontalo Kurang Piknik

advertise here
Dalam pencarian bakat D'Academi 3 yang diselengarakan oleh salah satu TV suwasta ini banyak mendapatkan kritikan dari para masyarakat, dari permasalahan poling sms yang mungkin sudah diseting dan permasalahan yang menghina Daerah Gorontalo yang dilakukan oleh salah satu juru di D Academi 3 itu sendiri. Juri Inul Daratista ini dengan sengaja atau tidak mengatakan bahwa Daerah Gorontalo itu kurang  “piknik” dengan apa yang dilakukan oleh Inul ini sudah membuat masyarakat Gorontalo itu sendiri kecewa dan merasa terhina.

Daerah Gorontalo memang saya akui masih sangat ketinggalan jaman dalam hal ekonomi dan teknologi namun daerah Gorontalo bukan berarti kuper atau gaptek dalam perkembangan jaman. Bahkan masyarakat Gorontalo pula sangat peka dan kompak dalam melakukan suatu hal dalam artian kebaikan(positif) terutama dalam mempernjuangkan Ismail yang berasal dari Gorontalo. Masyarakat Gorontalo dengan penuh memberikan dunkungan pada kontestan Ismail bukan masyarakat saja petinggi-petinggi dari Gorontalo pun ikut terlibat memberikan dukungan.

Baca juga:

Tapi dengan apa yang dilakukan Inul ini sangat melukai hati masyarakat Gorontalo kita berjuang dengan semampuh kita dan tampil didepan umumpun apa adanya jadi bukan berarti masyarakat Gorontalo “Kurang Piknik”, untuk menanggapi perkataan inul maka warga gorontalo menulis surat terbuka untuk “Inul Daratista”, ditulis oleh akun facebook pengagum Ismail bernama “Mohammad Syah Reza“ https://www.facebook.com/rezagodesign?fref=nf

Surat Terbuka untukmu Mbak Inul….

Mbak Inul yang cakep, terima kasih sudah membantu Ismail ketika ikut dalam D’Academy ya Mbak.. meski dia sering salah lirik, kemampuan menyanyinya pun pas-pasan tidak seperti Mbak Inul dan rekan rekan juri disitu yang matang pengalaman.. Ismail memang orang ndeso mbak… lihat saja wajahnya.. kurang mulus dan banyak butiran jerawat yang merepotkan Mas Ivan Gunawan memberi obat jerawat mumpuni untuk mengalahkan lahar keringat dan lemak buntu dijaringan kulitnya Mbak… :)

Mbak tahu ndak… Gorontalo memang daerah baru, Gorontalo memang daerah udik, daerah kami harus tertatih, menegakkan diri berlomba dengan daerah-daerah lain di Negara Kesatuan Republik Indonesia kita tercinta ini lho Mbak.. Tapi kami bangga setengah mati dengan daerah ini.. meski kami kurang piknik, tapi kami bahagia secara jasmani dan rohani lho mbak… Mbak mau bukti, lihat saja ketika Ismail bertanding,, kami bahagia menyumbangkan serenteng uang untuk membeli pulsa sekian ribu, bahkan ada yang sanggup membeli jutaan rupiah pulsa untuk membahagiakan hati kami, yaa.. membahagiakan hati kami yang kurang piknik itu…. meski kami tak mengenal siapa Ismail itu sebenarnya…

Tapi itulah kebahagiaan kami Mbak Inul… Politisi, Kepala Daerah, PNS, Pengusaha, bahkan petani seperti saya pun berlomba menuju Jakarta melihat penampilan Ismail sang dangduters kampung, meski duit cekak dan pas-pasan… Kami sungguh bahagia membantu Ismail si anak ndeso itu lho mbak,.

Piknik bagi kami sederhana Mbak… membahagiakan diri dengan berbagi.. kami bisa menangis, ketika kami tak bahagia.. kami bisa marah ketika kami tak bahagia.. Itulah mengapa ketika rumor berkembang bahwa Mbak Inul disemprot Kepala Daerah ditempat kami karena Ismail tersenggol.. itu reaksi wajar, sewajar amarah mbak Inul disenggol sang Raja Dangdut duluuu…… masih inget tah ?? hahahaha…

Mbak Inul yang sexiii dan cakep… itulah Gorontalo mbak.. layaknya pejuang tempo dulu, rasa kesetiakawanan dan kedaerahan kami tinggi sekali… itulah mengapa saya bangga menjadi Orang Gorontalo yang ngampung dan udik itu lho Mbak.. Kami semua di daerah ini akan memberikan sumbangsih kami, apapun, bagaimanapun untuk daerah kami tercinta ini, kami bukan ingin terkenal, kami bukan sekedar mencari popularitas, kami hanya terdorong rasa kesetiakawanan yang tinggi untuk membahagiakan Ismail si penyanyi baru berjerawat itu… :) 

Itulah mengapa melalui surat terbuka ini saya menyampaikan permohonan maaf bila Mbak Inul merasa terganggu atas koreksi dari siapapun didaerah kami yang tak mau kebahagiaannya terusik. Mungkin itulah orang kampung Mbak… kurang piknik dan tidak suka bila ada warga daerahnya terusik. Mohon dimaklumi Mbak.. Toh banyak dari kami sering juga piknik bernyanyi di Karaoke milik Mbak Inul yang berdiri megah di pusat Kota Gorontalo itu, meski piknik begituan bagi kami bukan piknik yang sehat dan menyehatkan.

Semoga Mbak Inul dan kawan-kawan di D’Academy sabar dan terus membimbing Ismail.. ia hanya pemuda polos dan lugu yang mulai menapaki karir bernyanyinya di Ibukota.. Tolong bantu Ismail untuk menjadi pribadi yang sederhana dan terus membumi selayaknya Mbak Inul dan rekan-rekan juri lainnya. Yang paling penting, jangan terlalu sering mengajak ia piknik ya mbak… karena piknik yang biasa Mbak Inul akan berbeda dengan piknik “bahagia” yang kami lakukan di Gorontalo. Kami khawatir ia akan menjadi pribadi yang berbeda.. Itu saja…

Btw, salam sama Mas Adam ya Mbak… ajak keluarga Mbak Inul ke Gorontalo agar bisa megerti siapa kami… dan semoga di Gorontalo nanti Mbak Inul mengerti,, bahwa di Gorontalo banyak tempat piknik yang lebih manusiawi dan sederhana, sesederhana kami berwajah desa dan berjerawat.

Salam dariku Mbak…
Moh. Syah Reza 
(pengagum Ismail Padeti dari Gorontalo)
BERIKAN KOMENTAR ()