Ketika Ahok Menjawab Santai Soal Tantangan Ahmad Dhani di Twitter

advertise here
Ketika Ahok Menjawab Santai Soal Tantangan Ahmad Dhani di Twitter
Bikinheboh.web.id – Bisa dibilang Ahmad Dhani dan Farhat Abbas itu sama tapi tidak serupa. Samanya karena kicauannya di twitter yang cenderung menyerang orang-orang terkenal atau public figur. Kali ini saja yang ditantang Ahmad Dhani adalah seorang Gubernur DKI Jakarta, Ahok.

Ahmad Dhani menuliskan semacam tantangan di akun twitternya, dengan nada sinis dialamatkan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Hok…Lu kalo ga bisa ngatasin kemacetan tol TB Simatupang… Telp gw… gw tunggu @basuki_btp” kicau Dhani dalam akunnya @AHMADDHANIPRAST.

Sontak kicauan tersebut mendapat tanggapan beragam dari beberapa pihak. Ada yang dukung namun tidak sedikit yang mencela status tersebut.

Contohnya seperti tanggapan berikut ini, @AdikaRanggalayang menulis, “apa layak, orang yang tiap anak dikasih satu mobil, nambahin mobil di jalan, lalu teriak-teriak protes macet?  Mikir!"  @AHMADDHANIPRAST”

Bahkan ada juga yang mengait-ngaitkan dengan kecelakaan maut yang terjadi kepada anaknya, @Tifanni_T39.  “Macet elu ribut, di tol anak lo nabrak orang sampai mati, sekarang anak lo bebas melenggang.  Nyawa tuh murah yah?”

Lalu bagaimana tanggapan Ahok terkait kicauan Dhani tersebut? Berikut tanggapannya.

“Makanya sudah saya bilang, Jakarta pada masa (pemerintahan) saya pasti akan tambah macet,”  kata Ahok santai saat ditemui di Balai Kota pada Rabu (26/08) malam.  Ahok mengatakan, ia sedang kencar mewujudkan seluruh rencana program penuntasan kemacetan Ibu Kota  Program itu antara lain adalah enam ruas tol dalam kota, tiga koridor layang untuk TransJakarta, dan koridor LRT.

Walaupun saat ini Jakarta tambah macet, yang terpenting warga Jakarta bisa menikmati hasilnya di masa akan datang, itulah yang terpenting menurut Ahok.

Salah satu faktor lain yang juga memberi kontribusi besar dalam kemacetan Jakarta ialah tingkat pembelian kendaraan bermotor yang meningkat secara signifikan setiap tahun. Selama satu tahun saja 2.4 juta motor keluaran terbaru masuk Wilayah Jakarta. Disisi lain, Pemprov DKI tidak mempunyai wewenang untuk membatasi produksi kendaraan bermotor masuk ke Jakarta.

Ahok menambahkan, yang bisa dilakukan saat ini ialah benar-benar merealisasikan program antisipasi kemacetan serta permberlakuan pajak progresif untuk kendaraan bermotor. Jadi kemacetan Jakarta yang sering terjadi sekarang ini sepenuhnya bukan salah Ahok.
BERIKAN KOMENTAR ()