Beginilah Kisah Nyata dibalik Seorang Penonton Bayaran, Ternyata Dia Harus…

advertise here
Beginilah Kisah Nyata dibalik Seorang Penonton Bayaran
Kamu pasti sudah pernah lihat dong penonton bayaran itu, atau  juga yang biasa disebut dengan penonton alay. Yaitu mereka yang joget-joget dan nyanyi-nyanyi gak jelas dan duduk paling dekat panggung artist. Penonton alay ini direkrut oleh seorang atua sebuah agency, kemudian ditawarkan kepada stasiun TV untuk jadi penonton di acara TV tersebut.

Sebuah cerita datang dari penonton bayaran berinisial AN (19), ia merupakan salah satu penonton bayaran yang cukup nekat mengadu nasib di Jakarta. Dia tak pernah mengira bahwa di Jakarta ia akan menjadi penonton bayaran.

Mau tidak mau pekerjaan tersebut dia ambil sembari menunggu peruntungan lain untuk bekerja. Berbohong pada kedua orang tua pun harus ia lakukan. Sebab, ia merasa malu jika harus memberitahukan kepada kedua orang tuanya bahwa ternyata ia adalah seorang penonton alay atau penonton bayaran. Apalagi jika kabar terkait pekerjaannya itu sampai diketahui oleh tetangg-tetangganya.

Bukan hanya dia saja yang malu, tetapi keluarganya juga akan merasa terhina dengan statsunya pekerjaannya itu, begitu pikirnya.

"Aku bilangnya kemarin itu, 'Ya, Ma, aku diterima di suatu TV.' Mereka tahunya aku masuk ke televisi-televisi itu bukan penonton," ujar AN.

Terhitung sejak Januari 2016 ia mulai menggeluti pekerjaan sebagai penonton bayaran. Kala itu ia mendapati sebuah iklan tentang penerimaan penonton bayaran oleh salah satu agency melalui koran.

Pekerjaan ini harus ia dapatkan mengingat tuntutan dan kebutuhan ekonomi di Jakarta yang tidak murah. Maka ia pun langsung menghubungi nomor yang tercantum pada iklan tersebut.

Lebih lanjut AN bercerita bahwa dalam sehari menjadi penonton bayaran ia mendapat gaji sebesar Rp. 80.000,-. Ia tak ragu mengirimkan sebagian penghasilannya itu kepada orang tuanya, guna menjaga agar mereka tidak curiga.

AN berpikir bahwa tak selamanya pekerjaan menjadi penonton bayaran ini akan ia geluti. Ia berharap akan mendapatkan pekerjaan lain. Jika sudah mendapat pekerjaan yang lebih mapan dari penonton alay ini, maka ia akan pergi meninggalkannya dan memilih bekerja di tempat lain.
BERIKAN KOMENTAR ()